18 juli 2011
Adult
295,000.00 IDR31 july 2011
Adult
295,000.00 IDRdps-cgk
4 august 2011
Adult
295,000.00 IDR
When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse
When the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
High up above or down below
When you too in love to let it go
If you never try you will never know
Just what your worth
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down on your face
And I..
Tears stream down your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down on your face
And I..
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you.
"When you try your best, but you don't succeed"
berapa kali kita pernah merasa kalau kita sudah berusaha sekuat tenaga, berusaha mengerjakan sesuatu dengan sangat sungguh-sungguh... tapi hasilnya jauh dibawah yang kita harapkan,tapi kita dipaksa menghadapi kenyataan yang sangat pahit itu .. tapi bukankah "kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda" .. jadi tetap terus berusaha dan yakin :D
"When you get what you want, but not what you need"
yaa..seringkali hal ini terjadi pada saya, saya sulit sekali membedakan mana yang saya butuhkan dan mana yang saya inginkan ..Pagi itu mentari masih malu-malu menampakkan sinarnya yang panas. Sementara di Jalan Kampung Ciekek Pabuaran, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, tampak dua siswi SD berangkat ke sekolah.
Dua siswi ini mengenakan seragam SD yaitu kemeja putih dengan rok panjang merah plus kerudung putih. Senyum ceria khas anak-anak juga menghiasi wajah dua siswi itu menandakan semangat belajar yang tinggi.
Namun bila Anda yang kebetulan melewati jalan kampung yang letaknya hanya satu kilometer dari pusat pemerintahan Pandeglang itu mau mencermati, perilaku dua siswi SD itu saat berangkat sekolah, terlihat berbeda dari siswi lain lantaran salah satu siswi terlihat menggendong siswi lainnya. Tapi hal itu bukan disengaja apalagi dilakukan dengan maksud bercanda karena siswi yang digendong ternyata menderita lumpuh.
Siswi yang menderita lumpuh itu bernama Ade Sri Wahyuni (12), sementara temannya yang setia menggendong bernama Melayanti alias Mela. Keduanya adalah siswi SDN Karaton IV. Pagi itu keduanya sudah bersiap sejak subuh menjelang lantaran kemarin merupakan hari kedua ujian nasional (UN) tingkat SD dengan mata pelajaran yang diujikan matematika.
Begitu sampai di sekolah, keduanya langsung menempati bangku di kelas dan mengikuti UN dengan serius. Di sela-sela UN, salah seorang guru SDN Karaton IV Tati Fatmawati kepada wartawan menuturkan, kendati lumpuh, Ade adalah siswi yang memiliki prestasi tinggi karena pernah menyabet juara III dalam ajang Olimpiade MIPA tingkat Provinsi Banten tahun 2010.
Putri pasangan suami istri kurang mampu Sayuti (48) dan Sutihat (42) itu tinggal di Kampung Ciekek Pabuaran, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari. Walau kakinya lumpuh, Ade, kata Tati tidak terlihat minder. Laksana anak-anak lain, Ade ceria bahkan sesekali bersenandung saat kumandang bel istirahat dibunyikan. Ya, Ade memang senang menyanyi bahkan katanya bercita-cita ingin menjadi penyanyi terkenal.
“Makanya dari 22 orang murid saya di kelas VI Ade dikenal sebagai orang yang selalu terlihat ceria, dan hampir tidak pernah mengeluh. Ia juga pintar, setiap kenaikan kelas rangkingnya nggak pernah anjlok dari tiga besar. Dan ia juga menonjol dalam mata pelajaran matematika, walaupun dalam mata pelajaran lain juga unggul,” kata guru Tati.
Walaupun begitu, Tati mengakui ada sejumlah hambatan yang dialami Ade ketika berada di sekolah misalnya saat hendak ke WC, sehingga siswi berkulit hitam manis itu membutuhkan bantuan teman-temannya atau guru. “Tapi di antara semua temannya yang paling setia itu ya Melayanti, yang selalu menggendong Ade saat berangkat atau pulang sekolah kalau Ade tidak diantar atau dijemput kakaknya,” imbuh guru Tati.
Hal senada dikatakan Kepala SDN Karaton IV Rohimah, pihak sekolah berharap Ade bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi karena walau memiliki kekurangan fisik namun otaknya encer alias pintar. Ia juga berharap ada pihak-pihak terkait yang bisa membantu biaya sekolah Ade karena Ade berasal dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu lantaran ayah Ade yaitu Sayuti hanya berprofesi sebagai buruh. “Karena semangat belajarnya tinggi dan semangatnya kuat saya yakin ia lulus UN tahun ini,” katanya sambil menambahkan jumlah peserta UN di sekolahnya tahun ini sebanyak 22 orang.
Ditemui terpisah, ibunda Ade, Sutihat bercerita, kaki anaknya lumpuh saat usianya 10 tahun atau saat kelas 4 SD. Sebelum lumpuh, kaki anaknya kerap kesemutan dan kaku-kaku sehingga Ade kerap jatuh dan akhirnya lumpuh. “Karena bapaknya nggak punya uang akhirnya Ade nggak bisa diobati dengan baik,” tukas Sutihat dalam bahasa Indonesia berlogat Sunda.
Ade sendiri mengaku, walau lumpuh ia tetap bersemangat karena ingin membahagiakan orangtua. Ia berharap kelak mendapatkan pekerjaan yang bagus. “Saya tidak mau ibu dan bapak sedih, makanya saya harus tetap sekolah,” tandas Ade.
Sementara Melayanti mengaku tetap mendukung temannya dan rela menggendong Ade karena ia menyayangi temannya itu. Tak heran ia rela mendatangi rumah Ade yang jaraknya 200 meter dari rumahnya dan kemudian menggendong sampai ke sekolah. Selain Melayanti, ada satu siswi lainnya yang akrab dan kerap membantu membawakan tas Ade yaitu Dina Mauludi.